Siapa Sebenarnya Gitanjali Rao Anak Muda Jadi Cover Majalah Time Disebut Rao Kid of the Year

Gitanjali Rao (lahir 2005) adalah seorang penemu, penulis, dan promotor STEM Amerika. Dia memenangkan Discovery Education 3M Young Scientist Challenge pada 2017. Dia diakui sebagai Forbes 30 U 30 untuk inovasinya. Dia dinobatkan sebagai inovator muda TIME Top pada tahun 2020 untuk inovasinya dan “lokakarya inovasi” yang dia lakukan di seluruh dunia. Pada sampul 4 Desember 2020, Time menyebut Rao “Kid of the Year”. 

Gitanjali Rao
Gitanjali Rao

Gitanjali Rao berasal dari Lone Tree, Colorado . Gitanjali Rao sekolah di  STEM School Highlands Ranch Dia ingin belajar genetika dan epidemiologi di Massachusetts Institute of Technology. Anak muda ini suka berbicara tentang kesenjangan gaji berdasarkan gender-gender. Gitanjali Rao mendengar tentang krisis air Flint saat menonton berita yang membuatnya menjadi tertarik untuk mengetahui cara mengukur kadar timbal (Pb) dalam air. 

Timbal (Pb) atau timah hitam memiliki nama ilmiah yaitu plumbum (Pb). Timbal mempunyai nomor atom 82 dengan berat atom 207,2 g/mol, merupakan logam lunak yang memiliki massa jenis 11,34 g/cm3. Timbal/timah hitam banyak digunakan sebagai konstituen di dalam cat, baterai dan bensin. Timbal/timah hitam merupakan racun sistemik yang dapat masuk ke dalam tubuh setiap hari melalui makanan, air, udara dan penghirupan asap tembakau. Efek dari keracunan timbal/timah hitam dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak, antara lain epilepsi, kerusakan pada otak besar.

Untuk mengetahui kadar Timbal/timah hitam sampel air harus diambil dan ditest di laboratorium dengan biaya yang mahal. Sehingga hanya kelas perusahaan saja yang bisa  mengetahui kadar Timbal/timah hitam dalam air, bagaimana dengan kita  masyarakat biasa pasti berpikir berat mengeluarkan uang untuk mengetahui kadar Timbal/timah hitam yang kita minum sehari-hari. Gitanjali Rao adalah ilmuwan muda versi Majalah Time sudah membuat alat portable dengan batery 9 Volt yang dinamakan Thetys yang bisa mendeteksi Kadar Timbal/Timah Hitam yang ada dalam air. Alat ini segera dipasarkan, sekarang untuk  mengetahui kadar Timbal atau Timah hitam dalam air sudah tidak semahal yang dulu-dulu.

Alat Thetys
Thetys alat pendeteksi kadar Timbal atau Timah Hitam dengan harga murah
 
Gitanjali Rao mengembangkan perangkat berbasis karbon nanotube yang dapat mengirim informasi melalui bluetooth. Gitanjali Rao berkolaborasi dengan ilmuwan riset di 3M . Pada tahun 2017, Rao memenangkan Tantangan Ilmuwan Muda 3M Pendidikan Penemuan dan dianugerahi $ 25.000 untuk penemuannya, Tethys. Tethys berisi baterai 9 volt, unit penginderaan utama, ekstensi bluetooth, dan prosesor. Alat pendeteksi kadar Timbal atau Timah Hitam ini  menggunakan nanotube karbon yang resistansinya berubah dengan adanya Timbal atau Timah Hitam. 

Gitanjali Rao mempelajari tentang tabung nano karbon saat membaca situs web Institut Teknologi Massachusetts . Anak ini berencana untuk bekerja dengan para ilmuwan dan profesional medis untuk menyelidiki potensi Tethys sebagai metode yang layak. Gitanjali Rao mempresentasikan idenya pada konferensi MAKERS 2018 dan mengumpulkan $ 25.000 lagi. 

Pada Januari 2019, dia bekerja dengan fasilitas air Denver dan berharap memiliki prototipe dalam dua tahun ke depan. Gitanjali Rao sudah menjadi  Speaker TEDx 3 kali. Pada September 2018, Gitanjali Rao dianugerahi Penghargaan Pemudi Lingkungan dari Presiden Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat . Gitanjali Rao dianugerahi Penghargaan Pilar “Kesehatan” Terbaik untuk TCS Ignite Innovation Student Challenge pada Mei 2019 karena mengembangkan alat diagnostik berdasarkan kemajuan dalam rekayasa genetika untuk diagnosis dini kecanduan opioid resep. 

Gitanjali Rao juga seorang pianis ulung. Menurut ibunya, ketika Gitanjali berusia tiga tahun dia bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu seseorang yang sakit; bermain musik disarankan. Itulah sosok Gitanjali Rao, seorang remaja berusia 15 tahun yang berhasil mendapatkan gelar ‘Kid of the Year’ versi majalah TIME di tahun 2020. Ilmuwan muda asal Denver, Colorado, Amerika Serikat (AS) ini menjadi remaja pertama yang meraih predikat tersebut. 

Gitanjali Rao berhasil mengalahkan 5.000 anak di AS berusia 8 hingga 16 tahun yang ikut serta dalam seleksi Kid of The Year 2020. Ia masuk ke dalam babak final bersama empat anak lainnya, Tyler Gordon (14), Jordan Reeves (14), Ballen Woodard (10), Ian McKenna (16) dari Austin, dan Gitanjali Rao (15).

Kelima finalis menawarkan inovasi menarik untuk mengatasi masalah krisis pangan, lalu inovasi permainan untuk anak berkebutuhan khusus, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak ide cemerlang yang diajukan para anak muda cerdas tersebut, Gitanjali Rao berhasil mencuri perhatian dengan banyak kontribusi yang dia berikan untuk lingkungan maupun anak-anak. 

Gitanjali Rao dan Angelina Jolie
Gitanjali Rao dan Angelina Jolie 

Dalam sebuah wawancara dengan aktris sekaligus aktivis kemanusiaan, Angelina Jolie (Mantan istri Brad Pitt), Gitanjali Rao mengutarakan keinginannya untuk berkontribusi memecahkan masalah yang dihadapi dunia. Selain sudah menciptakan Thetys alat pendeteksi kadar Timbal/Timah Hitam. Rao juga pernah membuat software untuk mendeteksi kata dan kalimat yang mengarah ke cyberbullying. Alat ini bisa memberi tahu anak kalau ada pesan teks mereka yang bernada kasar dan melecehkan si penerima pesan. Sehingga, anak-anak bisa menggunakan pilihan kata yang lebih sopan. 

“Saya tidak terlihat seperti ilmuwan pada umumnya. Semua yang saya lihat di TV adalah seorang ilmuwan yang lebih tua, biasanya berkulit putih,” kata Gitanjali Rao. Pada 2019, Rao juga memenangkan Top Health Pillar Award di TCS Ignite Innovation Student Challenge 2019 berkat inovasi alat pendeteksi kandungan zat adiktif (opioid) di dalam tubuh. Dengan menganalisis kandungan protein di cairan tubuh, bisa diketahui tingkat kecanduan seseorang dan membantu menentukan terapi yang dibutuhkan.

Siswa yang masih bersekolah di STEM School Highlands Ranch ini juga sedang mengerjakan alat pendeteksi mikroorganisme berbahaya di air seperti parasit. Dalam wawancaranya bersama Angelina Jolie, Rao mengaku senang membuat penelitian dan inovasi karena dia ingin membantu kehidupan orang lain. 

"Ini tujuanku setiap hari. Aku tidak hanya ingin membuat teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan dunia, tapi juga mengajak orang untuk melakukan hal yang sama. Kalau aku bisa melakukannya, kamu juga bisa, semua orang juga bisa," kata Rao

Menjadi Cover Majalah Time Kid of the Year
Menjadi Cover Majalah Time Kid of the Year

Gitanjali Rao adalah orang pertama yang mendapat penghargaan dari Majalah Time versi Kid of the Year pertama TIME, majalah Time  mulai membuat penobatan Person of the Year pada tahun 1927, dari rentang usia Majalah Time 83 tahun baru kali ini Majalah TIME memberi penghargaan Kid of the Year yang diberikan kepada Gitanjali Rao. Tahun lalu, Majalah Time mempopulerkan aktivis iklim berusia 16 tahun Greta Thunberg, menjadi orang di bawah 25 tahun pertama yang mendapat gelar tersebut. 

‘Kid of the Year’ 2020 sendiri merupakan ajang pertama dan akan menjadi barometer pencarian sosok pemimpin di generasi muda Amerika yang akan datang. Salah satu alasan TIME mengadakan ajang 'Kid of The Year' menurut Andrea Delbanco, editor TIME for Kids, karena anak-anak adalah agen perubahan yang menyenangkan, mudah diakses, dan sangat berdampak.

Semoga bermanfaat download app Sanggau Informasi di App market Samsung, Vivo dan Oppo atau download manual di situs Unduh App (sanggauinformasi.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel