Roh awan yang berterbangan dikala halilintar menyala



Di saat langit gelap mendekati awan badai, sejumlah roh udara tampak seperti burung yang sedang melakukan perjalanan di depan badai awan yang akan segera datang. Jenis sylph ini berwarna gelap dan menakutkan untuk dilihat, seperti kelelawar besar yang sedang menukik dengan cepat. Mereka melesat maju dan mundur melintasi lembah dan mengikuti bentuk perbukitan. Mereka berada dalam kondisi kegembiraan tinggi dan memberi kesan bahwa mereka sedang mengintensifkan kondisi listrik dan magnetik di alam yang menjadi ciri dari badai. Wajah mereka berbentuk manusia, meskipun ekspresi mereka jelas tidak menyenangkan.

Ada banyak dari jenis mereka, mungkin seratus jenis, termasuk beberapa varietas sylph yang berwarna lebih putih. Mereka mengeluarkan suara aneh, menjerit, dan sesekali terbang seperti peluru yang ditembakkan ke atas, melewati awan dan muncul kembali di atas mereka. Ada juga jenis roh udara yang bersukacita dalam amukan badai dan kilatan petir. Penampilan mereka menyerupai kelelawar raksasa. Tubuh mereka berbentuk manusia, namun bukan roh manusia. Mata besarnya bersinar dan agak miring ke atas. Warna mereka hitam kelam seperti malam, aura yang mengelilingi mereka membelah menjadi dua seperti sayap besar di belakangnya. “Rambut”-nya mengalir dari kepalanya seperti lidah api.

Mereka menikmati kekuatan badai. Bentrokan kekuatan besar ini menghasilkan peningkatan kesadaran akan eksistensi dirinya ketika mereka melambung, melayang, melesat dan menukik di udara. Tindakan mereka mengintensifkan kekuatan badai yang di dalamnya mereka menemukan manifestasi keberadaannya. Di tengah-tengah badai ada salah satu dewa besar dari dunia unsur, berbentuk seperti manusia, namun dalam keagungan dan kekuatan layaknya seorang dewa. Di tengah semua kegemparan alam ini ada ketenangan yang tak tergoyahkan, kekuatan yang ditakuti bahkan oleh pasukan yang liar dan tak bisa diatur ini.

Dialah sang Dewa Badai.Dalam batas tertentu mereka tidak bisa pergi, karena mereka dikendalikan oleh kehendak Dewa Badai yang memerintah atas kekuatan unsur. Sama seperti roh udara yang sebelumnya, saat pasukan badai hitam itu melesat, mereka mengeluarkan suara dan seruan aneh dan tidak wajar yang terus-menerus terdengar di sepanjang berlangsungnya badai.( Kutipan buku “Evolusi Roh Alam Dan Barisan Dewa – Malaikat, terbit Agustus 2020).

Muhammad Zazuli

Video