Hoax : Tidak pakai masker akan didenda Rp 100.000- Rp 150.000


Orang pakai masker


Sebuah pesan berantai dan unggahan di media sosial beredar, isinya menyebutkan ada denda atau sanksi yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov)  bagi masyarakat yang tidak patuh memakai masker. Pesan tersebut banyak beredar di grup-grup percakapan WhatsApp dan media sosial pada Jumat (17/7/2020). 
Narasi Hoax tersebut berbunyi demikian : 

 Akhirnya presiden memutuskan untuk memberi sanksi kepada mereka yang tidak memakai masker. Sesuai Instruksi Presiden. Hasil Rapat Tim Gugus Tugas *_Covid 19_* sbb:

1. Akan diadakan PENILANGAN bagi yang tidak bermasker di muka umum TMT 27 Juli s.d 9 Agustus 2020 (14 hr) sebesar Rp.100.000 s.d Rp.150.000

2. Penilangan akan dilakukan Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama *GUGUS TUGAS*.

3. Pengecualian jika:
    a. Sedang Pidato
    b. Sedang makan/
    minum
    c. Sedang Olga
    kardio tinggi(Olga
    joging untuk perkuat
   Jantung/Paru²).
   d. Sedang Sesi foto
    sesaat.

4. Proses tilang berdenda ini & Kwitansi akan menggunakan e-tilang Via *apps PIKOBAR*. Dana denda akan masuk ke Kas Daerah sesuai peraturan.

5.  Selama 14 hari ini mari kita saling mengingatkan dan saling memberi Masker & mari lebih disiplin jika tidak ingin terkena denda.

Demikian yang perlu disampaikan, agar dipatuhi dan disampaikan juga ke keluarga/Handai Taulan masing².
Bila dilapangan terjadi penilangan thd Kita ataupun keluarga tdk perlu NGOTOT ataupun keras kepala, lebih baik dipatuhi/ikuti.

*Notes*
- Walaupun instruksi president tentang Denda berlaku nanti tgl 27 Juli 2020, alangkah baiknya mulai dari Sekarang kita membiasakan untuk DISIPLIN lebih dulu, sehingga pada saat pelaksanaannya tdk Kaget lagi.

( *Silahkan di Share kpd keluarga/Teman/Kerabat lainnya*).

Walaupun ini hoaks tapi ada baiknya juga teman-teman supaya kita tetap pakai masker.

Video