Sejarah terpisahnya Suku Dayak Tobak Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang.

Pada dasarnya Suku Dayak Tobak adalah satu Suku yang memiliki nenek moyang yang sama yaitu bermula dari daerah bernama Tebang Benua. Semua Suku Dayak Tobak. Entah itu dari Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang memiliki keyakinan yang sama tentang awal mula nenek moyang Suku Dayak Tobak di Tebang Benua. Oleh sebab itu, tak heran. Meski Suku Dayak Tobak berbeda daerah atau pun Kabupaten tapi meraka semua masih memiliki bahasa, tradisi, budaya dan adat istiadat yang sama.

Lalu bagaimana Suku Dayak Tobak bisa terpisah hingga jauh berada di Kabupaten Ketapang?
Jawabannya sederhana. Semua berawal dari mencari kehidupan baru dan satu hal yang harus diingat bahwa Suku Dayak Tobak merupakan salah satu Suku Dayak yang suka menjelajah dan berpindah-pindah(Nomaden) ke tempat yang belum ada penghuninya dan hidup sementara waktu disana untuk bercocok tanam, berburu dan hal-hal lainnya sebagai penyambung kehidupan mereka yang baru dan bahkan menetap.

Oleh sebab itu tak heran jika Suku Dayak Tobak bisa sampai di Kabupaten Ketapang di karenakan kehidupan mereka yang tak pernah lama hidup disatu tempat(Khususnya Suku Dayak Tobak Ketapang) walaupun berbeda daerah dan Kabupaten. Sebenarnya Suku Dayak Tobak Ketapang masih berkerabatan sangat dekat dengan Suku Dayak Tobak Kubu Raya dan Sanggau(Khususnya didaerah Kec.Toba).

Dikarenakan perjalanan Suku Dayak Tobak pada masa lalu yang menyusuri anak sungai Kapuas dari daerah Sepode’ Kec.Tayan Hilir kemudian daerah Kampung Baru Kec.Toba ke daerah Tanjung Beringin Kab.Kubu Raya lalu melewati daerah Labai Hilir Kab.Ketapang ke Kucai dan Bagan Asam Kab.Ketapang/Sanggau(Berbatasan) dan berahir di Purangk Kab.Ketapang.

Setelah sampai di daerah Purangk. Baru lah Suku Dayak Tobak mulai berkembang, menyebar dan berpindah-pindah ke daerah lainnya. Seperti kembali ke daerah Kec.Tayan Hilir, Kab.Kubu Raya, Kec.Toba, dan Desa Sekucing Labai Kab.Ketapang berpecah lagi ke Simpang Aur Kab.Kubu Raya dan daerah-daerah menuju Labai Hilir.

Bahkan bentuk perpisahan wilayah itu bisa kita lihat secara langsung ke salah satu daerah di Kabupaten Ketapang yaitu di Desa Labai Hilir. Sebab disana anda bisa langsung melihat ditiap ketiga daratannya yang dipisahkan oleh anak sungai Kapuas memiliki tiga Kabupaten yang berbeda yaitu Kab.Kubu Raya, Kab.Sanggau, dan di Desa Labai Hilir merupakan Kab.Ketapang. Jadi pernyebaran wilayah Suku Dayak Tobak, sebenarnya hanya dibatasi oleh Sungai tapi masih merupakan daratan yang berdekatan dan memiliki jalur sungai yang sama. Jadi gak heran jikalau mereka masih memiliki hubungan keluarga atau darah keturunan yang sama.

Cerita ini diambil dari perjalanan Hidup salah satu tetua Suku Dayak Tobak Ketapang yaitu Ambo Cocop yang memurunkan keturunan yang tersebar luas disetiap wilayah dari Desa Sekucing Labai, Desa Bagan Asam, Desa Labai Hilir, Desa Tanjung Beringin, dan daerah-daerah lainnya.

Ambo Cocop tutup usia sekitar tahun 1980/1981 pada umur 105 Tahun dan dimakamkan di Dusun Kucai yang merupakan tempat kuburan tua. Hingga sekarang Makam Ambo Cocop masih ada dan terawat oleh keturunannya yang datang berkunjung disaat sembayang kubur.

Sumber:
#Keturunan Ambo Cocop
#Makam Lama di Kucai

Tulisan Edi Alex Serayok

Asal Entajau, jabatan Hakim.

0 Response to "Sejarah terpisahnya Suku Dayak Tobak Sanggau, Kubu Raya, dan Ketapang."

Post a comment

Share

Kategori Artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel