Orang Majangk

Penyebutan Majangk atau Urak Majangk pada jaman dahulu sering kali diungkapkan oleh Suku Dayak Tobak untuk menggambarkan ciri-ciri orang/pria yang memiliki telinga panjang, yang sering hidup ditempat-tempat yang terpencil atau dibukit dan gunung-gunung yang keberadaannya sangat jauh dari jangkauan.

Orang Majangk tidak terdiri dari satu suku Dayak, melainkan bisa juga dari suku Dayak yang berbeda misalkan bisa jadi Dayak Iban atau bahkan Dayak lainnya juga bisa, dengan ciri-ciri fisik yang sama yaitu bertelinga panjang.

Kelompok pria Majangk terkenal dengan ketangguhan fisik mereka yang bisa bertahan hidup disetiap medan yang berbeda-beda, Kelihaian dalam menentukan arah meski pergi sangat jauh tapi selalu tau jalan pulang, dan keberanian untuk tinggal ditempat-tempat yang sulit dijangkau/terpencil.

Kehidupan orang Majangk dihutan didukung dengan keahlian berburu dan terkadang berladang sementara waktu tanpa adanya anak istri dan akan kembali kedaerahnya sampai apa yang mereka cari bisa terpenuhi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan orang Majangk dimasa lalu adalah di karena Adat Ngayau. Ngayau sendiri adalah tradisi berburu kepala. Yang lebih lengkapnya baca disini: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ngayau

Orang Majangk berburu tidak untuk menetap tetapi hanya hidup sementara waktu dan terkadang jikalau apa yang mereka cari belum terpenuhi. Maka Orang Majangk akan membuka lahan untuk bercocok tanam sampai perburuan mereka bisa terpenuhi dan pulang ke kampung halaman.

Oleh sebab itu. Jikalau anda menemukan tanaman atau buah-buahan yang keberadaannya tidak seharusnya ada didaerah tersebut. Misalkan buah durian yang usianya sudah tua didalam hutan atau bukit dan gunung, pada hal tidak ada orang disana dan cukup jauh untuk dijangkau.
Besar kemungkinan itu adalah sisa-sisa peninggalan Orang Majangk.

#Urak Majangk
#Dayak Iban
#Suku Dayak

Post a comment

0 Comments