Sejarah Sub Suku Dayak Obih Nenguh

Menurut cerita dari orang tua-tua dahulu, nun jauh di hulu Sungai Sekayam di daerah Sungkung (Sempatung Sekajang Pala Pasang), Pada  zaman LAMPOK POCAH (Lampok = pulampok, sejenis perahu dan pocah =poruh/retak) diperkirakan gelombang, datangnya rombongan dari daratan Tiongkok yang mengungsi dan mencari daerah baru, timbullah cerita/legenda manusia pertama yang mendiami daerah ini yaitu ”Siantuk Antuk dan Siawang Awang, Jimpete dan Jimpere, Cawan Madu dan Cawan Gula, Bengkawan dan Dara Karinoat,Padet dan Jarak,Juaka dan Dara punai” (yang menurunkan Adat Istiadat dan Rukun Adat).

Peristiwa demi peristiwa terjadi, timbullah suatu cerita /legenda di Sengkajang Pala Pasang. Sengkajang Pala Pasang pada zaman itu dipimpin oleh Raja BIAJU, yang mempunyai anak bernama Raden Bunyawei dan Beruang Kulup, Beruang Kulup mempunyai anak Ria Jambi, Ria Janjang dan Ria Sinir.

Karena sering terjadi perebutan kekuasaan diantara mereka, maka dibagilah wilayah kekuasaan yaitu: Ria Jambi menguasai daerah sungai Sekayam, Ria Janjang menguasai daerah sungai Tayan, dan Ria Sinir menguasai daerah sungai Landak. Kemudian Raja Biaju lalu pindah dan menguasai daerah sungai Mengkiang dan Raden Bunyawei menguasai daerah Sungkung.

Penguasa sungai Sekayam yaitu Ria Jambi, bekeluarga dan kawin dengan Jangkur Toyua Kori, mereka mempunyai anak Patih Gumantar dan Patih Domong Ria, karena antara Patih Gumantar dan Patih Domong Ria sering berebut kekuasaan, maka sang ayah Ria Jambi lalu membagi wilayah kekuasaan kepada anak-anaknya, yaitu: Patih Gumantar berkuasa didaerah Labai Lawai sampai ke Gunung Bawang,Gunung Sekalang daerah Kubu dan Terentang. Kemudian Patih Domong Ria berkuasa didaerah Sungai Umak (Timawa Tamputn) dan memimpin 52 kepala keluarga di Timawa Tamputn  tersebut.

Editor: Nikodemus Niko

0 Response to "Sejarah Sub Suku Dayak Obih Nenguh"

Post a comment

Share

Kategori Artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel