Si Batek dan Si Toulu (Si kura-kura dan si biawak)

Cerita rakyat dari Pulau Mentawai

Black-knobbed Map Turtle, kura kura unik dari Amerika Serikat

Dahulukala hiduplah dua binatang Si Toulutoulu (kura-kura) dan Si Batekbatek (biawak). Pada suatu hari mereka membuka ladang bersama untuk bertanam pisang. Setelah beberapa hari mereka bekerja, mereka merambah ladangnya. Setelah itu mereka mencari bibit pisang untuk ditanam di ladang.
Karena mereka sudah semangat lagi, pergilah mereka mencari tanaman (bibit) pisang yang mau ditanam dalam kebun yang baru mereka babat itu. Ditengah perjalanan mereka menemukan sebatang pisang yang hampir berbuah. Si Toulu dan Si Batek sepakat membagi batang pisang itu.
Karena ingin cepat menikmati hasil, Si Batekbatek memilih bagian atas batang pisang yang sudah hampir muncul buahnya. Si Toulutoulu memilih bakkat-nya (pangkal pisang). Setelah batang pisang dibagi, hari itu juga mereka pergi menanam. Setelah itu mereka pulang kembali.
Beberapa minggu lamanya, tumbuhlah pisang milik Si Toulutoulu. Batang pisang Si Batebatek tidak tumbuh, malah sudah layu. Merasa bahwa tanaman pisang yang di tanam sudah tumbuh bagus, pergilah biawak untuk melihat. Dia kaget melihat batang pisangnya sudah mati. sedangkan batang pisang kura-kura tumbuh besar dan sudah berbuah.
Si batekbatek kemudian menemui Si Toulutoulu memberitahukan bahwa tanaman sahabatnya itu sudah tumbuh dan buahnya lumayan banyak.
“Sobat bagaimana kebun kita. Pisangmu tumbuh semua, sedangkan pisang saya mati!”,  katanya
“Saya tidak tahu”, jawab kura-kura.
Keesokan hari, pagi-pagi benar biawak pergi lagi melihat kebunnya. Dia berpikir, “Siapa tahu sudah tumbuh”. Sampai di ladang Si Batekbatek kaget, ternyata batang pisangnya sudah habis membusuk. Muncullah pikiran jahatnya.
“Seandainya pisang sahabatku sikura-kura ini sudah masak, aku langsung mencurinya dan kumakan sampai habis”.
Beberapa hari waktunya, pisang kura-kura masak satu sisir, waktu itu juga biawak langsung pergi menuju kebun sikura-kura. Dipanjatnya batang pisang itu.
“Mampuslah kau kura-kura tanamanku kau kasih ujungnya, kini pisangmu saya habisi semua”, kata biawak.
Setelah habis, pisang di makan si biawak dan sudah kenyang. Biawak pulang, besoknya lagi biawak pergi dan masih pagi-pagi benar sudah menuju kebun kura-kura. Untuk kedua kalinya biawak menemukan pisang hampir satu tandan yang masak. Semuanya di habisi. Menjelang sore biawak pulang dan bergembira karena kenyang dan puas makan pisang yang masak.
Satu hari jaraknya kura-kura pergi melihat kebunnya sudah termakan. Kura-kura pergi dari ladang sambil memikirkan buah pisangnya.  Di jalan dia bertemu Si Batekbatek.
“Sobat kamu tahu siapa yang memakan pisangku di ladang?”.
“Saya tidak tahu, dan saya tidak melihat mereka”, jawab biawak gelisah.
Tak banyak bicara, kura-kura  pulang dan langsung mengambil tali dan hari itu juga di buatnya tali penangkap (sesere). Rencana kura-kura membuat tali itu, supaya siapa yang mengambil dan memakan pisangnya tertangkap dan ketahuan.
Maka tibalah hari yang baru. Kura-kura pagi-pagi benar sudah pergi melihat pisangnya. ditengah kebun biawak sudah tertangkap di sesere. Biawak menangis dan berkata,”Apa-apaan ini! Ini kerja siapa!”
Setelah kura-kura mendengar bahwa ada suara, pergi lah kura-kura melihat biawak yang suka mencuri terus-terusan tertangkap. Kura-kura tertawak terbahak-bahak.
“ha.. ha.. ha…rupanya kamu yang sering makan pisang saya. Ha.. ha ha.. saat saya katakan siapa makan pisang saya, kamu berkata,” saya tidak tahu!”.
“Sobat lepaskan aku! Tolong aku! Aku takkan  makan lagi pisangmu ini, Saya janji”.
Kemudian kura-kura melepaskan jerat yang membelit si biawak. kemudian biawak itu turun. Sambil mereka berjalan, kura-kura menceriterakan semuanya pada sahabatnya.

Sumber:
http://aldest.multiply.com/journal?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal
http://serbater.blogspot.com/2011/02/kura-kura-terunik-dan-eksotik.html 

Post a comment

0 Comments